Berita Terkini

Rakerwil LLDIKTI Wilayah VIII Dorong Akselerasi Mutu dan Sinergi Perguruan Tinggi Berdampak

Pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dari Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII. Acara ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt. Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Prof. Badri Munir Sukoco S.E.,MBA,Ph.D yang berlangsung di Auditorium Widya Sabha Utama Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Kamis (21/5). 

Acara yang berlangsung selama dua hari 21 – 22 Mei 2026 ini, diikuti 104 perguruan tinggi. Rakerwil dengan tema ‘Akselerasi Mutu dan Aksesibilitas: Harmonisasi IKU PT serta LLDikti menuju Pendidikan Unggul Berdampak dan Berintegritas’, berlangsung selama dua 21 – 22 Mei 2026.

Menghadirkan narasumber diantaranya; Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Dr. Said Mirza Pahlevi, M.Eng; Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Badan Siber dan Sandi Negara, Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si; Pelaksana Tugas (PIt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek Prof. Dr. Ena. Sandro Mihradi; Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T; dan Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Mukhamad, Najib, S.TP., M.M.

Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Prof Badri Munir Sukoco S.E.,MBA,Ph.D mengatakan bahwa, ia sangat mengapresiasi kegiatan rakerwil yang dilaksanakan oleh Kepala LLDikti Wilayah VIII, khususnya dalam upaya sosialisasi dan penajaman terkait Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemdiktisaintek.

Plt. Sesjen Kemdiktisaintek mengharapkan bahwa, perguruan tinggi yang hadir pada hari ini, kurang lebih sebanyak 104 PTS, dapat melaksanakan pelaporan secara berkala sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, kami dapat memberikan intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan efektif. Perguruan tinggi maupun program studi yang belum terakreditasi juga diharapkan dapat segera memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan.

Terkait peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan daerah, khususnya di Bali, kami melihat adanya arahan yang sangat jelas dari Bapak Menteri berdasarkan instruksi Presiden agar seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang jumlahnya mencapai sekitar 4.614 institusi, mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan di daerah masing-masing.

“Perguruan tinggi diharapkan bisa berperan dalam kolaborasi dengan stakeholder dalam membangun daerahnya masing -masing. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 10 juta mahasiswa yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan pengetahuan yang sangat potensial. Apabila potensi tersebut dapat disinergikan dengan pemerintah daerah, maka berbagai persoalan sosial di masyarakat akan lebih mudah diselesaikan,”ucapnya.

Salah satu contohnya adalah melalui program-program inovatif seperti pengelolaan sampah berbasis bioenzim. Perguruan tinggi dapat membantu pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi pengolahan sampah organik menjadi kompos, biogas, dan berbagai solusi berkelanjutan lainnya.

“Kami meyakini langkah seperti ini akan memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat,”ucapnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII  I Gusti Lanang Bagus Eratodi, memaparkan berbagai capaian dan arah kebijakan pengembangan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LLDIKTI Wilayah VIII Tahun 2026. Dalam paparannya, disampaikan perkembangan jumlah program studi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat yang terus mengalami peningkatan sebagai bagian dari upaya penguatan mutu dan akses pendidikan tinggi.

Paparan tersebut menegaskan komitmen LLDIKTI Wilayah VIII dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi melalui peningkatan kualitas tata kelola, penguatan indikator kinerja utama (IKU), serta pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Selain itu, perguruan tinggi juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas akademik, akreditasi, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Dalam forum tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII juga mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang berdampak bagi masyarakat.

Rakerwil LLDIKTI Wilayah VIII Tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan program kerja antara LLDIKTI dan perguruan tinggi swasta, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, berdampak, dan berintegritas.

Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LLDikti Wilayah VIII yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Warmadewa sebagai tuan rumah agenda Rakerwil, yang dengan menghadirkan seluruh rektor dan ketua yayasan di wilayah Bali dan  NTB. 

“Kegiatan ini tentu memberikan dampak yang luar biasa karena beberapa narasumber yang sangat kompeten dihadirkan oleh LLDikti Wilayah VIII, seperti Bapak Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, juga Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, serta beberapa direktur dari berbagai lembaga lainnya yang turut hadir pada pertemuan yang baik ini,” katanya.

Terkait tema yang diangkat, menurutnya sangat relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi swasta dalam rangka meningkatkan mutu, meningkatkan akselerasi dan aksesibilitas perguruan tinggi di tengah kompetisi yang semakin ketat, serta tantangan besar bagi perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia berupa sarjana, magister, maupun doktor yang bermutu, berwawasan lingkungan, serta berkelanjutan.

“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih dan selamat sukses kepada seluruh peserta. Semoga acara ini bermanfaat bagi kita semua dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan melalui perguruan tinggi swasta yang ada di Bali dan Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah VIII, I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom., M.T., menyampaikan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan sebuah refleksi atas kebutuhan nyata dunia pendidikan tinggi saat ini.

Mengingat tantangan pendidikan tinggi ke depan semakin kompleks baik dalam aspek peningkatan mutu, pemberatan akses maupun tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Dalam konteks tersebut, harmonisasi antara indikator kinerja utama, IKU Perguruan Tinggi menjadi sangat penting.

Lanjutnya, keselarasan ini diharapkan mampu menciptakan arah kebijakan yang terintegrasi, memperkuat tata kelola, serta memastikan setiap program dilaksanakan memiliki dampak yang terukur dan berkelanjutan. Selain itu, akselerasi mutu dan aksesibilitas pendidikan ini juga harus diiringi dengan pemuatan nilai-nilai integritas.

“Perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul dalam capaian akademik, tetapi juga harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya jujur, transparansi, dan akuntabilitas,” ujarnya.

Ditegaskan, Rakerwil ini diselenggarakan sebagai forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Wilayah Kerja LLDikti VIII. “Telah hadir kurang lebih 164 peserta yang berasal dari 93 perguruan tinggi swasta, Bali, dan Nusantara Mara. Melalui kegiatan ini kami berharap mampu menyelaraskan program kerja antara LLDikti dengan perguruan tinggi, kemudian mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang dalam pencapaian IKU, merumuskan langkah-langkah strategis yang diimplementasikan dan berdampak, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antar perguruan tinggi,” pungkasnya.

You may also like...