
MATARAM – LLDIKTI Wilayah VIII resmi meluncurkan Gerakan Ekosistem Kampus Aman (GEKMA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Tata Kelola Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan kampus yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Acara yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) di Aula Abdurrahim Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) Mataram dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi, perwakilan Satgas PPKPT, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat.
LLDIKTI Wilayah VIII Perkuat Perlindungan Sivitas Akademika
Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., secara resmi membuka kegiatan sekaligus meluncurkan GEKMA NTB. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa transformasi kebijakan menjadi PPKPT merupakan langkah penting pemerintah untuk memperluas perlindungan bagi seluruh sivitas akademika.
Menurutnya, masyarakat masih sering mengidentikkan persoalan kekerasan di perguruan tinggi hanya dengan kekerasan seksual. Padahal, berbagai bentuk kekerasan lainnya juga harus dicegah dan ditangani secara serius.
“Selama ini masyarakat sering menganggap persoalan hanya berkaitan dengan kekerasan seksual. Padahal berbagai bentuk kekerasan lain juga harus dicegah dan ditangani secara serius. Mulai dari kekerasan fisik, psikis, perundungan (bullying), diskriminasi, hingga kekerasan berbasis digital tidak boleh mendapat ruang di lingkungan perguruan tinggi,” tegasnya.
Beliau juga menekankan bahwa seluruh perguruan tinggi harus menerapkan prinsip Zero Tolerance terhadap segala bentuk kekerasan. Kebijakan tersebut bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan menjadi bentuk nyata perlindungan bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.
Selain itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII memberikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi di NTB yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam membentuk Satgas PPKPT.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, saat ini tidak ada lagi perguruan tinggi di NTB yang belum memiliki Satgas PPKPT. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan kampus yang aman dan nyaman.”
Kompetisi Poster Jadi Bagian Kampanye Pencegahan Kekerasan
Sebagai bagian dari kampanye kreatif pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, LLDIKTI Wilayah VIII juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Kompetisi Poster Pencegahan Kekerasan Tingkat Provinsi Tahun 2026.
Adapun para pemenang yaitu:
-
Juara I: Rabiatul Adwiyah (FEB UNIZAR)
-
Juara II: M. Ripki Ade Irawan (FT UNIZAR)
-
Juara III: Nurwahidah (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Kompetisi ini menjadi salah satu upaya membangun kesadaran sivitas akademika melalui media komunikasi kreatif yang mengedepankan pesan pencegahan kekerasan.
GEKMA NTB Dorong Terwujudnya Ekosistem Kampus Aman
Bimtek kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Gerakan Ekosistem Kampus Aman (GEKMA) oleh Zulkarnaen Hamka, selaku Person in Charge (PIC) Program PPKPT LLDIKTI Wilayah VIII.
Dalam paparannya dijelaskan bahwa GEKMA NTB merupakan program strategis yang mengintegrasikan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan, korupsi, serta penyalahgunaan narkoba guna menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, sehat, dan nyaman.
Program ini dirancang berlangsung hingga tahun 2028 dengan dukungan delapan pilar utama, yaitu:
-
Digitalisasi;
-
Tata Kelola dan Fasilitasi;
-
Penguatan Satgas;
-
Monitoring dan Evaluasi;
-
Edukasi Berkelanjutan;
-
Daya Saing melalui Apresiasi, Kompetisi, dan Inovasi; serta pilar strategis lainnya yang mendukung keberlanjutan program.
Selain membangun budaya kampus yang aman, GEKMA NTB juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 11.d bagi perguruan tinggi serta IKU 5 LLDIKTI Wilayah VIII.
Bimtek PPKPT Hadirkan Narasumber dari Berbagai Instansi
Untuk memperkuat sinergi lintas sektor, kegiatan Bimtek menghadirkan narasumber dari kementerian, kepolisian, dan pemerintah daerah.
Materi pertama disampaikan oleh Julians Andarsa, Kepala Bagian FTLPHP Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek, mengenai kebijakan serta tata kelola pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi.
Selanjutnya, IPDA Putu Ratmi Desiningrum, S.H., M.H. dari Polda Bali memaparkan mekanisme penanganan tindak kekerasan di lingkungan kepolisian sekaligus peluang kerja sama antara perguruan tinggi dan aparat penegak hukum.
Sementara itu, Luh Made Seriarningsih, S.Kom., M.A.P., Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, menjelaskan mekanisme penanganan korban kekerasan oleh DP3AP2KB Provinsi NTB beserta peluang kolaborasi dalam memberikan layanan perlindungan kepada korban.
UNIZAR Apresiasi Pelaksanaan GEKMA NTB
Rektor UNIZAR, Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P., menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah VIII atas kepercayaan yang diberikan kepada UNIZAR sebagai tuan rumah pelaksanaan Bimtek PPKPT 2026.
Menurutnya, keberadaan Satgas PPKPT memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman kepada sivitas akademika sekaligus memastikan setiap laporan ditangani secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
GEKMA NTB Diharapkan Menjadi Gerakan Berkelanjutan
Menutup kegiatan, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII berharap peluncuran GEKMA NTB tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan di seluruh perguruan tinggi.
“Marilah kita wujudkan perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, keadilan, dan saling menghormati. Kita bangun budaya kampus yang saling menjaga dan berani melapor.”
Melalui peluncuran GEKMA NTB dan penyelenggaraan Bimtek PPKPT 2026, LLDIKTI Wilayah VIII kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang aman, inklusif, bebas dari kekerasan, serta mampu mendukung peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

